Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2012

bukan sebuah trilogi

Sebuah rangkaian kisah yang terdiri atas tiga cerita yang saling mendukung dan menguatkan, demikian arti kata trilogi dalam pemahaman saya. Namun celakanya saya juga tidak begitu yakin, apakah pemahaman tersebut benar adanya atau malah salah kaprah sama sekali. Meski demikian, kata itulah yang kini menjadi judul tulisan ini.

Diawali dengan kisah sambal istimewa yang terlebih dahulu menampakkan diri pada 11 Juli 2012. Tulisan tersebut bercerita tentang upaya (lebih…)

Read Full Post »

tak seindah warna aslinya (?)

Barisan kata yang menjadi judul tulisan adalah “plesetan” dari potongan sebuah iklan jadul ketika TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi di negeri ini. Potongan iklan yang dimaksud adalah “……..seindah warna aslinya”, dan merupakan potongan iklan dari sebuah produk fotografi. Dulu ketika masih duduk dibangku sekolah, saya dan kawan-kawan sering pula memplesetkannya menjadi “tak seindah warna aslinya”. Dan penggunaan plesetan tersebut cenderung negatif.

Seseorang yang ucapannya tampak meyakinkan namun ketika di uji ternyata hanya membual, maka secara otomatis kami (lebih…)

Read Full Post »

the red Ferrari, back on my tv

Menjelang akhir bulan September yang sudah berlalu, seharusnya saya  sumringah. Betapa tidak. Gelaran balap jet darat yang telah lebih dari separo musim terlewatkan, kini kembali menghias layar lcd yang ada di rumah. Diawal musim, saya telah menuliskan kekecewaan yang berkaitan dengan balapan jet darat tersebut, silakan simak kembali tulisan ini untuk menyimak rasa kecewa yang dimaksud. Yah…meski kecewa, toh pada akhirnya saya harus (lebih…)

Read Full Post »

hari yang indah..

Pagi belum lama menyapa, bahkan kabut masih lekat membungkus memendekkan jarak pandang mata. Matahari masih enggan menampakkan diri seutuhnya, semburat sinarnya terasa lembut membelai, hangat peluknya mampu mengusir dingin yang belum ikhlas melepas buaian. Sungguh, sebuah awal hari yang indah.

Serombongan kecil anak dusun berjalan menyusuri jalanan tanah, dengan penuh semangat di iring canda mereka berangkat ke sekolah. Kaki-kaki mereka (lebih…)

Read Full Post »

sebuah ingatan, sebuah catatan

Ribuan daun berguguran, seakan mati adalah sebuah harapan. Pohon-pohon meranggas, berusaha tetap tegak berdiri dalam suasana keras. Panas jelas sangat terasa, ditingkah dengan jutaan debu yang menari dalam alunan tiupan angin. Terik matahari membakar kulit, cahayanya menyilaukan mata bahkan ketika memantul di hamparan tanah berbatu. Tanah-tanah kering dan mengeras….hamparan tanah terbelah ketika air secara perlahan menguap meninggalkan bumi. Gersang, begitulah kata yang biasa disematkan. Tidak ada lagi rimbun daun yang menghuni batang dan dahan pepohonan. Air serasa enggan berkumpul meski begitu dalamnya liang sumur yang diusahakan.

Pada kondisi yang demikian (lebih…)

Read Full Post »